Kamis, 18 Agustus 2016

TUGAS RANCANG BANGUN JARINGAN 2



TUGAS RANCANG BANGUN JARINGAN 2

Topik              : Pengalamatan Jaringan dalam suatu Perusahaan (RPP-01)
Jadwal            :
Hari                : Jumat, 12 Agustus 2016. Pukul 07.00 - 11.45.

Soal                 :
  1. Jelaskan perbedaan jaringan  datar dengan jaringan Hirarkikal?
  2. Bagaimana pengalamatan dari jarigan Hirarkikal?
  3. Jelaskan perbedaan IP Public dan IP Privat?
  4. Klasifikasikan alamat IP yang termasuk IP Public dan alamat IP yang termasuk IP Privat?
  5. Jelaskan pengertian mengenai CIDR?
  6. Lengkapi table CIDR berikut!
a.       Kelas A
#bit
Subnet Mask
CIDR
Jumlah Host













b.      Kelas B
#bit
Subnet Mask
CIDR
Jumlah Host












c.       Kelas C
#bit
Subnet Mask
CIDR
Jumlah Host












  1. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang VLSM (Variable Length Subnet Mask)?
  2. Bagaimana pengalamatan dari VLSM? Dan berikan contoh kasusnya minimal 3!
  3. Jelaskan teknik pengalamatan Routing Classfull dan Classless!
  4. Berikan contohnya masing-masing pengalamatan Routing Classfull dan Classless!


Jawaban         :
  1. Perbedaan:
a.       Jaringan datar adalah jaringan sama level antar device yang terhubung sebuah jaringan komputer, artinya semua device dalam jaringan tersebut hanya berinteraksi dalam satu level, mislanya jaringan peer to peer.
b.      Jaringan Hirarkikal adalah jaringan bertingkat yang merupakan jaringan terkoneksi dengan level-level lain yang memiliki fungsi dan layanan berbeda, contoh jaringan hirarkikal adalah internet, dimana antar use dilevel akses berinteraksi juga dengan level distribusi diatasnya (ISP) dan level core (inti) diatasnya juga.
  1. Pengalamatan jaringan Hirarkikal:
a.       IP versi 4
Ada 5 kelompok dalam skema pengalamatan jaringan IP:
1)      Kelas A
Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Kelas A memiliki hingga 126 jaringan dan 16.777.214 host tiap jaringannya.
2)      Kelas B
Alamat- alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Kelas B dapat memiliki 16.384 network dan 65.534 host untuk setiap networknya.
3)      Kelas C
Alamat-alamat kelas C digunakan unutk jaringan berskala kecil. Kelas ini memiliki 2.097.152 network dan 254 host/ network.
4)      Kelas D
Alamat- alamat kelas D disediakan hanya untuk alamat IP multicast.
5)      Kelas E
Alamat-alamat kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat “eksperimental” atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan.
b.      IP versi 6
IP v6 yang memiliki panjang 128 bit yang total alamatnya mencapai hingga 4 miliar. Akan tetapi jumlah ini mempunyai limit dalam penggunaan alamatnya pun tidak mencapai 4 miliar. Berbeda dengan IP v4, pada IP v6 menggunakan konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP server yang istilah aslinya disebut Statefull Address Configuration.
  1. Perbedaan IP Public dan IP Privat:
a.       IP Public à bersifat worldwide bisa digunakan untuk akses internet namun pengguanan atau konfigurasinya tidak bebas.
b.      IP Privat à bersifat local dan tidak bisa digunakan untuk mengakses internet dan penggunaannya bebas.
  1. Klasifikasi alamat IP Publik dan IP Privat:
a.       Yang termasuk IP Publik
210.123.123.123
118.123.17.1
b.      Yang termasuk IP Privat
1.0.0.0      – 10.255.255.255
172.16.0.0 – 172.31.255.255
192.168.0.0 – 192.168.255.255
  1. Pengertian CIDR:
Classless Inter Domain Routing (CIDR) adalah sebuah cara alternative untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan system klasifikasi kedalam kelas A, B, C, D, dan kelas E. disebut juga dengan Supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yakni dengan membagi alamat IP kelas A, B, C.
  1. Tabel CIDR
a.       Kelas A
#bit
Subnet Mask
CIDR
Jumlah Host
1
255.0.0.0
/8
16777212
2
255.128.0.0
/9
83888606
4
255.192.0.0
/10
4194302
8
255.224.0.0
/11
2097150
16
255.240.0.0
/12
1048574
32
255.248.0.0
/13
524286
64
255.252.0.0
/14
262142
128
255.254.0.0
/15
131070

b.      Kelas B
#bit
Subnet Mask
CIDR
Jumlah Host
1
255.255.0.0
/16
65534
2
255.255.128.0
/17
32766
4
255.255.192.0
/18
16382
8
255.255.224.0
/19
8190
16
255.255.240.0
/20
4094
32
255.255.248.0
/21
2046
64
255.255.252.0
/22
1022
128
255.255.254.0
/23
510
c.       Kelas C
#bit
Subnet Mask
CIDR
Jumlah Host
1
255.255.255.0
/24
254
2
255.255.255.128
/25
126
4
255.255.255.192
/26
62
8
255.255.255.224
/27
30
16
255.255.255.240
/28
14
32
255.255.255.248
/29
6
64
255.255.255.252
/30
2
128
255.255.255.254
/31
0
  1. VLSM
VLSM adalah pengembangan mekanisme Subneting, dimana dalam VLSM dilakukan peningkatan dari pelemahan Subnetting Classic, yang mana dalam Classic Subnetting, Subnet Zeroes, dan Subnet Ones tidak bisa digunakan. Selain itu, dalam Subnet Classic, lokasi nomor IP tidak efisien.
  1. Pengalamatan VLSM dan contohnya.
Berikut adalah Tabel untuk mempercepat proses penghitungan VLS.
Host Ke 2­­­n
Jumlah Host
Subnet mask
Pre. Mask
/32-n
20
1
255.255.255.255
/32
21
2
255.255.255.254
/31
22
4
255.255.255.252
/30
23
8
255.255.255.248
/29
24
16
255.255.255.240
/28
25
32
255.255.255.224
/27
26
64
255.255.255.192
/26
27
128
255.255.255.128
/25
28
256
255.255.255.0
/24
29
512
255.255.254.0
/23
210
1024
255.255.252.0
/22
211
2048
255.255.248.0
/21
212
4096
255.255.240.0
/20
213
8192
255.255.224.0
/19
214
16386
255.255.192.0
/18
215
32768
255.255.128.0
/17
216
65536
255.255.0.0
/16
217
131072
255.254.0.0
/15
218
262144
255.252.0.0
/14
219
524288
255.248.0.0
/13
220
1048576
255.240.0.0
/12
221
2097152
255.224.0.0
/11
222
419304
255.192.0.0
/10
223
8388608
255.128.0.0
/9
224
166777216
255.0.0.0
/8

a.       Contoh kasus pertama dengan IP 172.16.0.0/16
Ruang utama 1000 host
Cari dari table di atas 2n yang menghasilkan jumlah host sebanyak 1000. Berikan menggunkanan 210 yang menghasilkan 1024 hhost dengan subnet mask 255.255.255.0.
Untuk mencari nilai IP range :
255.255.255.255
255.255.255.0     -
0   .  0   .  3  .255
Untuk mencari IP broadcastnya :
172.16 . 0 . 0
  0  . 0 . 3 .  255     +
172.16 . 3 . 255
Maka, dihasilkan:
Network    :172.16.0.0
IP pertama : 172.16.0.1
IP terakhir : 172.16.3.254
IP broadcast: 172.16.3.255
Subnet mask: 255.255.255.0
b.      Contoh kasus kedua dengan IP 172.16.0.0/16
Ruang kedua 100 Host
Lakukan langkah yang sama dengan kasus pertama. Setelah subnet mask ditemukan tentukan range dan broadcastnya. Subnet mask: 255.255.254.0
Menentukan nilai IP Range:
255.255.255.255
255.255.254.0     -
0   .  0   .  1  .255
Mencari Broadcast :
172. 16 .  0 .  0
  0  .   0 .  1  .255  +
172. 10 .  1 . 255
Maka dihasilkan:
Network    : 172.16.0.0
IP pertama :172.16.0.1
IP terakhir :172.16.1.254
Subnet mask: 255.255.254.0
Broadcast  :172.16.1.255
c.       Contoh kasus ketiga dengan IP 172.16.0.0/16
Ruang server 100 host
Lakukan dengan cara yang sama dengan kasus pertama dan kedua.
Menentukan IP range:
255.255.255.255
255.255.255.127  -
0   .  0   .  0 . 128
Menentukan IP broadcast:
172. 16 .  0 .  0
  0  .  0  .  0  .128     +
172. 10 .  0 . 128
Maka dihasilkan :
Network    :172.16.0.0
IP Pertama            : 172.16.0.1
IP terakhir :172.16.0.254
Broadcast  : 172.16.0.255
Subnet mask: 255.255.255.127
  1. Teknik pengalamatan
a.       IP Classless

IP classless berarti IP yang tidak mempunyai kelas, perbedaan mendasar antara IP classless dan IP classfull adalah penggunaan tanda prefik atau slash (/) dibelakang IP address yang bersangkutan,contoh : 192.168.10.0/27 , apabila ditelusuri, IP tersebut memiliki susunan bit sebagai berikut:

nnnnnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.nnnhhhhh
Total bit = 32
jumlah bit n (network) = 27
jumlah bit h (host) = 5

Rumus untuk mencari jumlah host yang dapat saling terhubung adalah 2 pangkat h-2. pada contoh diatas, IP tersebut memiliki jumlah bit h sebanyak 5. jadi perhitungan jumlah host yang dapat terhubung adalah sebanyak 25-2= 30 buah host. kemudian berikut ini adalah baris IP yang dipakai:
- network IP : 192.168.10.0/27 (IP Address yang menyatakan alamat network)
- 1st IP : 192.168.10.1/27 (IP Address pertama yang dapat digunakan host)
- last IP : 192.168.10.30/27 (IP Address terakhir yang dapat digunakan host)
- Broadcast IP : 192.168.10.31/27 (IP Address untuk menirim paket secara massal)

Jumlah IP yang dapat dipakai pada host adalah sebanyak 30. yaitu dari 192.168.10.1 sampai 192.168.10.30. itu adalah pada group IP Network yang pertama. untuk mencari grup network yang selanjutnya, tinggal tambahkan Broadcast IP Address Network pertama (192.168.10.31) dengan angka 1 pada byte terakhir, sehingga grup network yang ke-2 memiliki IP Network 192.168.10.32. selanjutnya, dengan cara yang sama seperti diatas, tentukan host IP address network ini berdasarkan jumlah yang telah ditentukan (30 host). sehingga pada grup IP Network yang ke-2 baris IP yang dipakai adalah:
- network IP : 192.168.10.32/27 (IP Address yang menyatakan alamat network)
- 1st IP : 192.168.10.33/27 (IP Address pertama yang dapat digunakan host)
- last IP : 192.168.10.62/27 (IP Address terakhir yang dapat digunakan host)
- Broadcast IP : 192.168.10.63/27 (IP Address untuk menirim paket secara massal)
b.      IP Classfull

Pada saat address Internet distandarkan (awal 80-an), address Internet dibagi dlm 4 kelas:
Class A : Network prefix 8 bit
Class B : Network prefix 16 bit
Class C : Network prefix 24 bit
Class D : Multicast
Class E : Eksperimen

Tiap IP address mempunyai satu kunci yg mengidentifikasi kelas
Class A : IP address mulai dg “0”
Class B : IP address mulai dg “10”
Class C : IP address mulai dg “110”
Class D : IP address mulai dg “1110
Class E : IP address mulai dg “11110”
  1. Contoh pengalmatan routing classful dan classless.
IP kelas C mempunyai range host 0 – 192.168.1.0 – 192.168.1.255 (255.255.255.0) maka akan banyak IP yang tidak digunakan kemudian mengkoneksikan 18/24 untuk mengatur dan mengelola maka dari itu digunakan CIDR yang bersama dinotasikan dengan (1) sehingga notasi digunakan 28. Jadi, 192.168.1.0/28 range IP 192.160.1.0.
            192.168.1.15               IP : 192.168.1.0 = not 112
                                                IP : 192.168.1.15 = broadcast
            IP 192.168.1.1 = 192.168.1.14 adalah IP available

Tidak ada komentar:

Posting Komentar