TUGAS
RANCANG BANGUN JARINGAN 4
Topik : Pengaturan Jaringan Dalam Suatu Perusahaan
Jadwal :
Hari : Jumat, 26 Agustus 2016. Pukul 07.00 - 11.45.
Soal :
1. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang Routing Dinamis ?
2. Ada barapa jenis roouting Dinamis ? Sebutkan dan jelaskan ?
3. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang Routing Dinamis RIP ?
4. Bagaimana alur router mempelajari jalur tujuannya dengan metode RIP ?
5. Tuliskan kelebihan menggunakan metode Routing RIP ?
6. Tuliskan kekurangan menggunakan metode Routing RIP ?
7. Sebutkan dan jelaskan metode-metode untuk mengatasi Routing Loop ?
Jawab :
2. Mcam-Macam dari Routing Dinamis (Dynamic Router) :
- RIP (Routing Information Protocol)
Routing
Information Protocol (RIP)
adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan
LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior
GatewayProtocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma
Distance-Vector Routing
- IGRP (Internal Gateway Routing Protokol)
merupakan
suatu penjaluran jarak antara vektor protokol, bahwa masing-masing penjaluran
bertugas untuk mengirimkan semua atau sebagian dari isi table penjaluran dalam
penjaluran pesan untuk memperbaharui pada waktu tertentu untuk masing-masing
penjaluran.
Penjaluran memilih alur yang terbaik antara sumber dan tujuan. Untuk menyediakan fleksibilitas tambahan, IGRP mengijinkan untuk melakukan penjaluran multipath. Bentuk garis equal bandwidth dapat menjalankan arus lalu lintas dalam round robin, dengan melakukan peralihan secara otomatis kepada garis kedua jika sampai garis kesatu turun.
Penjaluran memilih alur yang terbaik antara sumber dan tujuan. Untuk menyediakan fleksibilitas tambahan, IGRP mengijinkan untuk melakukan penjaluran multipath. Bentuk garis equal bandwidth dapat menjalankan arus lalu lintas dalam round robin, dengan melakukan peralihan secara otomatis kepada garis kedua jika sampai garis kesatu turun.
- OSPF (Open Shortest Path First) Merupakan protokol routing link state dan digunakan untuk menghubungkan router-router yang berada dalam satu Autonomous System (AS) sehingga protokol routing ini termasuk juga kategori Interior Gateway Protocol (IGP)
- EIGRP (Enhanced Internal Gateway Routing Protokol) EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada CISCO. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router CISCO saja dan routing ini tidak didukung dalam jenis router yang lain.
- BGP (Border Gateway Protokol) Border Gateway Protocol (BGP) adalah salah satu jenis routing protocol yang berfungsi untuk mempertukarkan informasi antar Autonomous System (AS). Autonomous System (AS) adalah kumpulan dari jaringan-jaringan dalam satu administrasi yang mempunyai strategi routing bersama. BGP merupakan protocol routing yang memanfaatkan protokol TCP untuk pertukaran informasi antar router. Dengan protocol TCP ini BGP tidak perlu lagi menggunakan protocol lain untuk menangani fragmentasi, retransmisi, acknowledgement dan sequencing. Routing protocol BGP berdasarkan fungsi, lokasi dan kebutuhannya dibedakan menjadi dua bagian yaitu iBGP dan eBGP.
3. RIP (Routing Information
Protocol)
Routing
Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing
dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide
Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway
Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan
algoritma Distance-Vector
Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058
(1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP
Versi 2 (RFC 2453).
Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis
mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path
First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS.
RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal
sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi
berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080
(1997).
5. Kelebihan
·
RIP
menggunakan metode Triggered Update
· RIP memiliki
timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.
Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap
harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut
(triggered update)
· Mengatur
routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat
diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
6. Kekurangan
·
Jumlah host
Terbatas
·
RIP tidak
memiliki informasi tentang subnet setiap route.
·
RIP tidak
mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
·
Ketika
pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri
(informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
·
untuk
jaringan yang besar dan kompleks, RIP mungkin tidak cukup. Dalam kondisi
demikian, penghitungan routing dalam RIP sering membutuhkan waktu yang lama,
dan menyebabkan terjadinya routing loop.
7. Cara Mengatasi Rooting Loops
Untuk
Mengatasi Routing Loop Digunakan beberapa metode antara lain :
·
Split
horizon digunakan RIP untuk meminimalkan efek bouncing. Prinsip yang digunakan
split horizon sederhana: jika node A menyampaikan datagram ke tujuan X melalui
node B, maka bagi B tidak masuk akal untuk mencapai tujuan X melalui A. Jadi, A
tidak perlu memberitahu B bahwa X dapat dicapai B melalui A.
·
Untuk mencegah kasus
menghitung-sampai-tak-hingga, RIP menggunakan metode Triggered Update. RIP
memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi
routing. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis,
router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan
tersebut (triggered update). Dengan demikian, router-router di jaringan dapat
dengan cepat mengetahui perubahan yang terjadi dan meminimalkan kemungkinan
routing loop terjadi.
· Holddown timer adalah
interval tertentu dalam detik yang berlaku untuk semua interface router yang menyatakan
bahwa suatu route tidak dapat dicapai.
· poisonnus reverse, yaitu
router tetap mmberikan informasi mengenai suatu router kepada sumber, tetapi
memberikan nilai tidak terhingga. Dengan poisonous reverse, router-router tetap dapat
mengetahui bahwa suatu jaringan ada.