Kamis, 25 Agustus 2016

Tugas Rancang Bangun Jaringan 4


TUGAS RANCANG BANGUN JARINGAN 4
Topik  : Pengaturan Jaringan Dalam Suatu Perusahaan
Jadwal  :
Hari    : Jumat, 26 Agustus 2016. Pukul 07.00 - 11.45.
Soal :
1.  Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang Routing Dinamis ?
2. Ada barapa jenis roouting Dinamis ? Sebutkan dan jelaskan ?
3. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang Routing Dinamis RIP ?
4. Bagaimana alur router mempelajari jalur tujuannya dengan metode RIP ?
5. Tuliskan kelebihan menggunakan metode Routing RIP ?
6. Tuliskan kekurangan menggunakan metode Routing RIP ?
7. Sebutkan dan jelaskan metode-metode untuk mengatasi Routing Loop ?
Jawab :  
 
 1. Dynamic Routing (Router Dinamis) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan antara router lainnya. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan data ke arah yang benar. Dengan kata lain, routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otoma 
  
2.  Mcam-Macam dari Routing Dinamis (Dynamic Router) :
  • RIP (Routing Information Protocol)
Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior GatewayProtocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing
  • IGRP (Internal Gateway Routing Protokol)
merupakan suatu penjaluran jarak antara vektor protokol, bahwa masing-masing penjaluran bertugas untuk mengirimkan semua atau sebagian dari isi table penjaluran dalam penjaluran pesan untuk memperbaharui pada waktu tertentu untuk masing-masing penjaluran.
Penjaluran memilih alur yang terbaik antara sumber dan tujuan. Untuk menyediakan fleksibilitas tambahan, IGRP mengijinkan untuk melakukan penjaluran multipath. Bentuk garis equal bandwidth dapat menjalankan arus lalu lintas dalam round robin, dengan melakukan peralihan secara otomatis kepada garis kedua jika sampai garis kesatu turun.
  • OSPF (Open Shortest Path First) Merupakan protokol routing link state dan digunakan untuk menghubungkan router-router yang berada dalam satu Autonomous System (AS) sehingga protokol routing ini termasuk juga kategori Interior Gateway Protocol (IGP)

  • EIGRP (Enhanced Internal Gateway Routing Protokol) EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada CISCO. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router CISCO saja dan routing ini tidak didukung dalam jenis router yang  lain.

  • BGP (Border Gateway Protokol) Border Gateway Protocol (BGP) adalah salah satu jenis routing protocol yang berfungsi untuk mempertukarkan informasi antar Autonomous System (AS). Autonomous System (AS) adalah kumpulan dari jaringan-jaringan dalam satu administrasi yang mempunyai strategi routing bersama. BGP merupakan protocol routing yang memanfaatkan protokol TCP untuk pertukaran informasi antar router. Dengan protocol TCP ini BGP tidak perlu lagi menggunakan protocol lain untuk menangani fragmentasi, retransmisi, acknowledgement dan sequencing. Routing protocol BGP berdasarkan fungsi, lokasi dan kebutuhannya dibedakan menjadi dua bagian yaitu iBGP dan eBGP.
    3.  RIP (Routing Information Protocol)
Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

                 5.   Kelebihan
·         RIP menggunakan metode Triggered Update
·   RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update)
·    Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.

         6.    Kekurangan
·         Jumlah host Terbatas
·         RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
·         RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
·     Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
·         untuk jaringan yang besar dan kompleks, RIP mungkin tidak cukup. Dalam kondisi demikian, penghitungan routing dalam RIP sering membutuhkan waktu yang lama, dan menyebabkan terjadinya routing loop.

  7.     Cara Mengatasi Rooting Loops

                 Untuk Mengatasi Routing Loop Digunakan beberapa metode antara lain :
·         Split horizon digunakan RIP untuk meminimalkan efek bouncing. Prinsip yang digunakan split horizon sederhana: jika node A menyampaikan datagram ke tujuan X melalui node B, maka bagi B tidak masuk akal untuk mencapai tujuan X melalui A. Jadi, A tidak perlu memberitahu B bahwa X dapat dicapai B melalui A.
·         Untuk mencegah kasus menghitung-sampai-tak-hingga, RIP menggunakan metode Triggered Update. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update). Dengan demikian, router-router di jaringan dapat dengan cepat mengetahui perubahan yang terjadi dan meminimalkan kemungkinan routing loop terjadi.
·      Holddown timer adalah interval tertentu dalam detik yang berlaku untuk semua interface router yang menyatakan bahwa suatu route tidak dapat dicapai.
·    poisonnus reverse, yaitu router tetap mmberikan informasi mengenai suatu router kepada sumber, tetapi memberikan nilai tidak terhingga. Dengan poisonous reverse, router-router tetap dapat mengetahui bahwa suatu jaringan ada. 

Gambar Praktek di Packet Tracer

Jumat, 19 Agustus 2016

TUGAS RANCANG BANGUN JARINGAN 3


TUGAS RANCANG BANGUN JARINGAN 3

Topik  : Pengalamatan Jaringan dalam suatu Perusahaan (RPP-01)
Jadwal            :
Hari    : Jumat, 19 Agustus 2016. Pukul 07.00 - 11.45.

Soal     :
  1. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang VLSM (Variable Length Subnet Mask) ?
  2. Bagaimana pengalamatan dari VLSM ? dan berikan contoh kasusnya minimal 3 !
  3. Jelaskan teknik pengalamatan routing Classfull dan Classless ? berikan contohnya masing-masing pengalamatan routing Classfull dan Classless?
  4. Apa yang Kamu ketahui tentang CIDR?
  5. Apa yang kamu ketahui mengenai peringkasan Rute atau Route Summarization?
  6. Setelah membaca teori peringkasan Route pada nomor 6, berikan contoh kasus peringkasan Rute sederhana
  7. Apa yang kamu ketahui tentang NAT? berikan contohnya!
  8. Apa yang kamu ketahui tentang PAT? Berikan contohnya!
  9. Klasifikasikan alamat IP yang termasuk IP Publik dan alamata IP yang termasuk IP Privat !
  10. Berikan contoh penggunaan NAT untuk kepentingan perusahaan!


Jawaban         :
  1. VLSM
VLSM adalah pengembangan mekanisme Subneting, dimana dalam VLSM dilakukan peningkatan dari pelemahan Subnetting Classic, yang mana dalam Classic Subnetting, Subnet Zeroes, dan Subnet Ones tidak bisa digunakan. Selain itu, dalam Subnet Classic, lokasi nomor IP tidak efisien.
  1. Pengalamatan VLSM dan contohnya.
Berikut adalah Tabel untuk mempercepat proses penghitungan VLS.
Host Ke 2­­­n
Jumlah Host
Subnet mask
Pre. Mask
/32-n
20
1
255.255.255.255
/32
21
2
255.255.255.254
/31
22
4
255.255.255.252
/30
23
8
255.255.255.248
/29
24
16
255.255.255.240
/28
25
32
255.255.255.224
/27
26
64
255.255.255.192
/26
27
128
255.255.255.128
/25
28
256
255.255.255.0
/24
29
512
255.255.254.0
/23
210
1024
255.255.252.0
/22
211
2048
255.255.248.0
/21
212
4096
255.255.240.0
/20
213
8192
255.255.224.0
/19
214
16386
255.255.192.0
/18
215
32768
255.255.128.0
/17
216
65536
255.255.0.0
/16
217
131072
255.254.0.0
/15
218
262144
255.252.0.0
/14
219
524288
255.248.0.0
/13
220
1048576
255.240.0.0
/12
221
2097152
255.224.0.0
/11
222
419304
255.192.0.0
/10
223
8388608
255.128.0.0
/9
224
166777216
255.0.0.0
/8

a.       Contoh kasus pertama dengan IP 172.16.0.0/16
Ruang utama 1000 host
Cari dari table di atas 2n yang menghasilkan jumlah host sebanyak 1000. Berikan menggunkanan 210 yang menghasilkan 1024 hhost dengan subnet mask 255.255.255.0.
Untuk mencari nilai IP range :
255.255.255.255
255.255.255.0     -
0   .  0   .  3  .255
Untuk mencari IP broadcastnya :
172.16 . 0 . 0
  0  . 0 . 3 .  255     +
172.16 . 3 . 255
Maka, dihasilkan:
Network    :172.16.0.0
IP pertama : 172.16.0.1
IP terakhir : 172.16.3.254
IP broadcast: 172.16.3.255
Subnet mask: 255.255.255.0
b.      Contoh kasus kedua dengan IP 172.16.0.0/16
Ruang kedua 100 Host
Lakukan langkah yang sama dengan kasus pertama. Setelah subnet mask ditemukan tentukan range dan broadcastnya. Subnet mask: 255.255.254.0
Menentukan nilai IP Range:
255.255.255.255
255.255.254.0     -
0   .  0   .  1  .255
Mencari Broadcast :
172. 16 .  0 .  0
  0  .   0 .  1  .255  +
172. 10 .  1 . 255
Maka dihasilkan:
Network    : 172.16.0.0
IP pertama :172.16.0.1
IP terakhir :172.16.1.254
Subnet mask: 255.255.254.0
Broadcast  :172.16.1.255
c.       Contoh kasus ketiga dengan IP 172.16.0.0/16
Ruang server 100 host
Lakukan dengan cara yang sama dengan kasus pertama dan kedua.
Menentukan IP range:
255.255.255.255
255.255.255.127  -
0   .  0   .  0 . 128
Menentukan IP broadcast:
172. 16 .  0 .  0
  0  .  0  .  0  .128     +
172. 10 .  0 . 128
Maka dihasilkan :
Network    :172.16.0.0
IP Pertama            : 172.16.0.1
IP terakhir :172.16.0.254
Broadcast  : 172.16.0.255
Subnet mask: 255.255.255.127
  1. Teknik pengalamatan
a.       IP Classless

IP classless berarti IP yang tidak mempunyai kelas, perbedaan mendasar antara IP classless dan IP classfull adalah penggunaan tanda prefik atau slash (/) dibelakang IP address yang bersangkutan,contoh : 192.168.10.0/27 , apabila ditelusuri, IP tersebut memiliki susunan bit sebagai berikut:

nnnnnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.nnnhhhhh
Total bit = 32
jumlah bit n (network) = 27
jumlah bit h (host) = 5

Rumus untuk mencari jumlah host yang dapat saling terhubung adalah 2 pangkat h-2. pada contoh diatas, IP tersebut memiliki jumlah bit h sebanyak 5. jadi perhitungan jumlah host yang dapat terhubung adalah sebanyak 25-2= 30 buah host. kemudian berikut ini adalah baris IP yang dipakai:
- network IP : 192.168.10.0/27 (IP Address yang menyatakan alamat network)
- 1st IP : 192.168.10.1/27 (IP Address pertama yang dapat digunakan host)
- last IP : 192.168.10.30/27 (IP Address terakhir yang dapat digunakan host)
- Broadcast IP : 192.168.10.31/27 (IP Address untuk menirim paket secara massal)

Jumlah IP yang dapat dipakai pada host adalah sebanyak 30. yaitu dari 192.168.10.1 sampai 192.168.10.30. itu adalah pada group IP Network yang pertama. untuk mencari grup network yang selanjutnya, tinggal tambahkan Broadcast IP Address Network pertama (192.168.10.31) dengan angka 1 pada byte terakhir, sehingga grup network yang ke-2 memiliki IP Network 192.168.10.32. selanjutnya, dengan cara yang sama seperti diatas, tentukan host IP address network ini berdasarkan jumlah yang telah ditentukan (30 host). sehingga pada grup IP Network yang ke-2 baris IP yang dipakai adalah:
- network IP : 192.168.10.32/27 (IP Address yang menyatakan alamat network)
- 1st IP : 192.168.10.33/27 (IP Address pertama yang dapat digunakan host)
- last IP : 192.168.10.62/27 (IP Address terakhir yang dapat digunakan host)
- Broadcast IP : 192.168.10.63/27 (IP Address untuk menirim paket secara massal)
b.      IP Classfull

Pada saat address Internet distandarkan (awal 80-an), address Internet dibagi dlm 4 kelas:
Class A : Network prefix 8 bit
Class B : Network prefix 16 bit
Class C : Network prefix 24 bit
Class D : Multicast
Class E : Eksperimen

Tiap IP address mempunyai satu kunci yg mengidentifikasi kelas
Class A : IP address mulai dg “0”
Class B : IP address mulai dg “10”
Class C : IP address mulai dg “110”
Class D : IP address mulai dg “1110
Class E : IP address mulai dg “11110”

Contoh pengalmatan routing classful dan classless.
IP kelas C mempunyai range host 0 – 192.168.1.0 – 192.168.1.255 (255.255.255.0) maka akan banyak IP yang tidak digunakan kemudian mengkoneksikan 18/24 untuk mengatur dan mengelola maka dari itu digunakan CIDR yang bersama dinotasikan dengan (1) sehingga notasi digunakan 28. Jadi, 192.168.1.0/28 range IP 192.160.1.0.
            192.168.1.15               IP : 192.168.1.0 = not 112
                                                IP : 192.168.1.15 = broadcast
            IP 192.168.1.1 = 192.168.1.14 adalah IP available
  1. Pengertian CIDR:
Classless Inter Domain Routing (CIDR) adalah sebuah cara alternative untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan system klasifikasi kedalam kelas A, B, C, D, dan kelas E. disebut juga dengan Supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yakni dengan membagi alamat IP kelas A, B, C.


5.      Route Summarization (Supernetting) 
adalah menggabungkan beberapa network menjadi sebuah atau beberapa network yang bertujuan untuk mengurangi jumlah routing table yang di konfigurasi ke tetangganya sehingga membuat proses pencarian menjadi lebih efisien, karena lebih sedikit rute yang dicari.

6.      Ubahlah ip menjadi angka binary.
172.16.64.0/24           10101100 . 00010000 . 01000000 . 00000000
172.16.65.0/24           10101100 . 00010000 . 01000001 . 00000000
172.16.66.0/24           10101100 . 00010000 . 01000010 . 00000000
172.16.67.0/24           10101100 . 00010000 . 01000011 . 00000000

Cari bit network yang sama dimulai dari bit yang paling kiri, kemudian batasi.
172.16.64.0/24           10101100 . 00010000 . 010000 00 . 00000000
172.16.65.0/24           10101100 . 00010000 . 010000 01 . 00000000
172.16.66.0/24           10101100 . 00010000 . 010000 10 . 00000000
172.16.67.0/24           10101100 . 00010000 . 010000 11 . 00000000
Prefix = Banyaknya bit yang sama
Sehingga diperoleh route summarizationnya adalah 16.64.0/22
  1. NAT (Network Address Translation) atau Penafsiran alamat jaringan adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.
Contoh:
Bagaimana agar server pertamax dengan IP: 192.168.1.1 bisa diakses dari luar/internet.
Konfigurasi pada router:
Configure terminal
ip nat inside source static 192.168.1.1 202.171.100.2 – [ip private][ip public]
int fa0/0 – [interface router WAN]
ip nat outside
int fa0/0 – [interface LAN]
ip nat inside
Setelah konfigurasi diatas, ditambahkan seharusnya server pertama bisa di akses dari luar/internet.

  1. PAT (Port Address Translation)merupakan suatu metode untuk menghubungkan beberapa port yang diakses pada jaringan lokal ke jaringan internet menggunakan satu alamat IP publik sesuai dengan port yang diakses.
Contoh PAT
Sebuah host pada alamat IP 192.168.0.2 pada jaringan pribadi dapat meminta untuk koneksi ke host remote pada jaringan publik. Paket awal diberikan alamat 192.168.0.2:15345. Perangkat PAT (yang kita asumsikan memiliki IP publik 1.2.3.4) sewenang-wenang dapat menerjemahkan alamat sumber: sepasang port untuk 1.2.3.4:16529, membuat sebuah entri dalam tabel internal port 16529 yang digunakan untuk koneksi dengan 192,168. 0,2 pada jaringan pribadi. Ketika sebuah paket diterima dari jaringan publik dengan perangkat PAT untuk alamat 1.2.3.4:16529 paket diteruskan ke 192.168.0.2:15345.
  1. Klasifikasi alamat IP Publik dan IP Privat:
a.       Yang termasuk IP Publik
210.123.123.123
118.123.17.1
b.      Yang termasuk IP Privat
1.0.0.0      – 10.255.255.255
172.16.0.0 – 172.31.255.255
192.168.0.0 – 192.168.255.255
10.                        Sebuah perusahaan yang memiliki 500 orang karyawan tetapi Internet Service Provider (ISP) kita hanya memberikan anda 50 ip publik. itu berarti kita hanya dapat mengizinkan 50 host untuk mengakses ke internet pada saat yang bersamaan
Satuhal yang harus kita ingat adalah tidak semua komputer karyawan menggunakan internet pada saat yang bersamaan. Katakanlah mungkin sekitar 50 dari mereka menggunakan internet untuk membaca berita saat pagi; 50 lainnya menggunakan internet pada siang hari untuk melihat email.. Dengan menggunakan NAT kita dapat secara dinamis memberikan 50 ip publik kepada siapa saja yang sangat membutuhkannya pada saat itu. Hal ini biasa dikenal dengan sebuatan dynamic NAT.
Namun dengan melakukan setingan dynamic NAT diatas tidaklah memecahkan masalah yang sedang kita hadapi secara keseluruhan, karena suatu hari bisa saja lebih dari 50 orang yang mengakses internet di pagi hari. Pada kasus dynamic NAT maka hanya 50 orang yang dapat melakukan akses internet, sedangkan yang lainnya harus menunggu giliran untuk mengakses.